blogas

Kamis, 07 April 2011

konsep dasar pasar


1.KONSEP DASAR PASAR
Pengertian pasar adalah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli dimana antara penjual dan pembeli sedang melakukan transaksi/pertukaran barang maupun jasa.
Definisi pasar secara luas menurut W.J. Stanton adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhan, uang untuk belanja serta kemauan untuk membelanjakannya.
Pada umumnya suatu transaksi jual beli melibatkan produk/barang atau jasa dengan uang sebagai alat transaksi pembayaran yang sah dan disetujui oleh kedua belah pihak yang bertransak
A. Pasar Persaingan Sempurna
Adalah struktur pasar yang ditandai oleh jumlah pembeli dan penjual yang sangat banyak. Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
  • Jumlah penjual dan pembeli banyak
  • Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
  • Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
Profit normal adalah biaya oportunitas atau normal rate of return dari sumber yang dimiliki owner yang dipakai dalam kegiatan usaha.
Profit (?) = Economic profit = TR – TC
Profit (?) = TR – Explicit Cost – Normal Profit
Perbedaan utama antara pasar persaingan sempurna dengan pasar lain adalah bentuk kurva permintaannya. Kurva pemintaan pada pasar persaingan sempurna berbentuk horizontal, karna beberapa output perusahaan, harga tidak akan berubah. Dalam pasar persaingan sempurna, harga sama dengan panerimaan rata-rata dan penerimaan marjinal.

B. Pasar Monopoli

Adalah struktur pasar yang ditandai oleh adanya seorang produsen tunggal. Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli :
  • Hanya terdapat satu penjual atau produsen
  • Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
  • Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
  • Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat
  • Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan
  • Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses
Cirinya adalah
  • Industri dengan satu perusahaan
  • Sebagai penentu harga (price maker, price setter, or price seller)
  • Tidak ada kemungkinan entry & exit bagi pendatang baru
  • Produknya adalah diferensiasi (tidak identitikal)
  • Promosi kurang diperlukan
Monopoli mempunyai slop kurva demand negatif (d = AR) dan keuntungan ekonomi maksimum dicapai pada MR = MC, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Monopolist dapat memaksimumkan profit dengan melakukan:
  • Diskriminasi harga atau menjual produk yang sama dengan harga yang berbeda pada pasar yang berbeda (multi-market monopoly).
  • Menjual produk yang sama dan harga yang sama dari pabrik yang berbeda (multi-plant monopoly).
  • Perusahaan dapat menggunakan input yang sama dengan output berbeda (multi-product monopoly)
Limit pricing adalah cara penentuan harga di bawah biaya rata-rata minimum suatu perusahaan agar perusahaan yang akan memasuki suatu industri menjadi takut.
Tambahan :
ü  Monopsoni adalah kebalikan dari monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli saja yang membeli produk yang dihasilkan.
ü  Monopoli adalah sesuatu yang dilarang di Republik Indonesia yang diperkuat dengan undang-undang anti monopoli.
Beberapa syarat (asumsi) penerapan diskriminasi harga adalah:
  1. Barang tidak dapat dipindahkan dari satu pasar ke pasar yang lain
  2. Sifat barang dan jasa memungkinkan untuk dilakukan pembedaan harga
  3. Elastisitas pada masing-masing pasar harus berbeda
  4. Kebijakan ini tidak menyedot biaya yang melebihi profit
  5. Produsen dapat eksploitasi ketidak-rasionalan sikap konsumen (seperti pembungkus, merk/cap, atau promosi/iklan yang berbeda)
C. Pasar Monopolistik

Adalah struktur pasar yang sangat mirip dengan persaingan sempurna tetapi yang membedakan dengan pasar persaingan sempurna ialah bahwa pada pasar ini produsen mampu membuat perbedaan-perbedaaan pada produknya ( differensiasi produk ) dibandingkan produsen lain. Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar monopolistik :
  • Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
  • Mirip dengan pasar persaingan sempurna
  • Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
  • Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
  • Relatif mudah keluar masuk pasar
Cirinya adalah:
  • Terdapat banyak perusahaan/penjual
  • Relatif kecil kekuasaan menentukan dan mempengaruhi harga
  • Barangnya berbeda corak (differentiated product)
  • Keluar dan masuk industri relatif bebas
  • Promosi penjualan sangat aktif
Perusahaan dalam persaingan monopolistik dapat memaksimumkan profit ekonomi dalam jangka pendek, sedangkan dalam jangka panjang profit ekonominya nol dan memperoleh profit normal karena berproduksi under capacity.
Penilaian terhadap Persaingan Monopolistik :
  • Penggunaan sumber daya kurang efisien dibandingkan dengan persaingan sempurna
  • Diferensiasi produk merupakan kompensasi dari inefisiensi. Masyarakat dapat memilih antara produk efisien (hraga murah) atau dengan diferensiasi produk (banyak pilihan jenis barang).
  • Perkembangan teknologi dan inovasi relatif terbatas karena keuntungan tidak berlangsung lama
  • Distribusi pendapatan relatif seimbang karena tidak terdapat kelebihan keuntungan dalam jangka panjang.
Struktur pasar ini juga mengedepankan persaingan non-harga yaitu merupakan usaha-usaha di luar perubahan harga yang dilakukan untuk menarik banyak pembeli terhadap barang yang diproduksinya.
Ada dua bentuk yaitu:
  • Diferensiasi produk: beda merk, kemasan, mutu, cita rasa, purna jual, dll
  • Promosi penjualan melalui iklan (jenis iklan pertama dan kedua)





D. Pasar Oligopoli

Adalah struktur pasar di mana hanya ada sejumlah kecil perusahaan yang memproduksi hampir semua output industri dan mempunyai keputusan yang saling mempengaruhi. Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli :
  • Harga produk yang dijual relatif sama
  • Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
  • Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
  • Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain.
Cirinya adalah:
  • Jumlah perusahaan beberapa atau sangat sedikit (4 atau 8 besar perusahaan raksasa menguasai 70%-80% nilai seluruh produksi atau penjualan produknya
  • Jenis barangnya bisa homogenous atau diferensiasi
  • Kekuasaan menentukan harga, terkadang kuat (tangguh) dan ada kalanya sangat lemah
  • Hambatan masuk cukup kuat, karena paten dan modal yang diperlukan sangat besar.
  • Promosi relatif diperlukan
Jika ada dua perusahaan dalam struktur pasar oligopoli, maka disebut duopoly. Sementara itu, oligopoli yang produknya homogen disebut pure oligopoly, sedangkan produknya diferensiasi dikenal differentiated oligopoly.
Strategi penentuan harga dapat ditempuh dengan dua cara:
  • Collusion (kesepakatan/persekongkolan)
  • Non-collusion (tanpa persekongkolan)
Beberapa cara untuk mengetahui derajat oligopoli:
  • Concentration ratio
  • Herfindahl Index
  • Contestable Markets
Model Oligopoli yang penting:
  • Kinked Demand Curve Model (Paul Sweezy, 1939)
  • Game Theory (Prisoner’s, advertiser’s, and pricing dilemmas)
  • Cartel Arrangement
  • Price Leadership
  • Sales Maximization Model (William Baumol, 1959)
Strategi untuk menghalangi potensial entrants:
  1. Entry limit pricing
  2. Capacity barrier to entry
  3. Multi-product cost barrier
  4. New product development as a barrier to entry

Jumlah output yang diproduksi perusahaan agar mencapai laba maksimal adalah pada saat MR=MC.Ekstrim pertama, perusahaan berada dalam pasar persaingan sempurna (perfect competition), dimana jumlah perusahaan begitu banyak dan kemampuan setiap perusahaan sangat kecil untuk mempengaruhi harga pasar. Ekstrim kedua adalah perusahaan hanya satu – satunya produsen (monopoli).
                        Kondisi ekstrim tersebut jarang sekali terjadi, umumnya dua kondisis peralihan antara ekstrim persaingan sempurna dan monopoli. Kondisi pertama adalah perusahaan bersaing, tetapi masing – masing mempunyai daya monopoli (terbatas), disebut persaingan monopolistic (monopolistic competition). Kedua adalah dalam pasar hanya ada beberapa produsen yang jika bekerja sama mampu menghasilkan daya monopoli dikenal sebagai oligopoli (oligopoly).
1.      Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna           
            Beberapa karakteristik agar sebuh pasar dapat dikatakn persaingan sempurna:
§  Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen    (homogeneous product)
§  Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan / informasi   sempurna (perfect     knowledge)
§  Output sebuah perusahaan relative kecil dibanding output pasar (small relatively output)
§  Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker)
§  Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit)
    a.     Homogenitas Produk (Homogeneous Product)
            Produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen
            tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
    b.     Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)
            Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan
            sempurna tentang harga produk dan input yang dijual.
    c.     Output Perusahaan Relatif Kecil (Small RelativelOutput)
            Perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien
            (biaya rata – rata terendah), kendati pun demikian jumlah output setiap
            perusahaan secara individu dianggap relative kecil
            dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.
    d.     Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker)
            Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang
            ditetapkan pasar (price taker). Secara individu perusahaan tidak mampu
            mempengaruhi harga pasar.
     e.    Keleluasaan Masuk – Kelur Pasar (Free Entry and Exit)
            Dalam pasar persaingan sempurna factor produksi mobilitasnya tidak
            terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikelurkan untuk memindahkan
            factor produksi

marjinal tingkat subtitusi teknis ekonomi

Marjinal tingkat substitusi teknis
Dalam ekonomi, Tingkat Marginal Teknik Substitusi (MRTS) - atau Teknis Tingkat Substitusi (TRS) - adalah jumlah yang jumlah satu input harus dikurangi (- Δx2) ketika satu unit tambahan masukan lain digunakan ( Δx1 = 1), sehingga output tetap konstan ().

mana MP1 dan MP2 adalah produk marjinal dari input 1 dan input 2, masing-masing, dan MRTS (x1, x2) adalah Tingkat Marjinal Teknis Pergantian masukan untuk x2 x1.
Seiring isokuan, yang MRTS menunjukkan tingkat di mana satu input (misalnya modal atau tenaga kerja) bisa diganti dengan yang lain, dengan tetap menjaga tingkat output yang sama. Para MRTS juga dapat dilihat sebagai sebuah isokuan kemiringan di titik di pertanyaan.
Semakin berkurang
Dalam ilmu ekonomi, semakin berkurang (juga disebut semakin berkurang marjinal) mengacu pada bagaimana produksi marjinal dari faktor produksi mulai semakin menurun sebagai faktor meningkat, berbeda dengan kenaikan yang seharusnya dapat biasanya diharapkan. Menurut hubungan ini, dalam suatu sistem produksi dengan input tetap dan variabel (misalnya pabrik ukuran dan tenaga kerja), setiap unit tambahan input variabel (yaitu, orang-jam) menghasilkan peningkatan yang lebih kecil dan lebih kecil dalam output, juga mengurangi produktivitas berarti setiap pekerja . Sebaliknya, memproduksi satu unit output akan lebih biaya semakin lebih (karena jumlah input variabel utama yang digunakan, untuk pengaruh yang kecil).
Pernyataan hukum
Hukum hasil yang menurun telah digambarkan sebagai salah satu hukum yang paling terkenal di seluruh ekonomi. [1] Pada kenyataannya, hukum adalah pusat teori produksi, salah satu dari dua divisi utama dari teori ekonomi mikro neoklasik. Undang-undang menyatakan "bahwa kita akan mendapatkan output kurang dan kurang ekstra ketika kita menambahkan dosis tambahan masukan sewaktu input lain yang memiliki tetap Dengan kata lain,. Produk marjinal dari setiap unit input akan menurun sebagai jumlah input yang meningkatkan memegang semua input lainnya konstan ". [2] Menjelaskan persis mengapa hukum ini berlaku telah terbukti kadang-kadang bermasalah.
Berkurangnya kembali dan kembali marginal tidak mengurangi hal yang sama. Semakin berkurang marjinal berarti bahwa kurva MPL yang jatuh. Outputnya mungkin baik negatif atau positif. Berkurangnya kembali berarti bahwa tenaga kerja tambahan menyebabkan keluaran untuk jatuh yang berarti bahwa MPL adalah negatif. Dengan kata lain perubahan output per unit tenaga kerja meningkat adalah negatif dan output total jatuh. [3]
Sejarah
Konsep semakin berkurang dapat ditelusuri kembali ke kekhawatiran para ekonom awal seperti Johann Heinrich von Thünen, Turgot, Thomas Malthus dan David Ricardo. Namun, ekonom klasik seperti Malthus dan Ricardo dikaitkan dengan berkurangnya berturut-turut output menurunnya kualitas input. ekonom neoklasik menganggap bahwa setiap "unit" tenaga kerja identik = sempurna homogen. Berkurangnya kembali disebabkan gangguan dari proses produktif keseluruhan sebagai tambahan unit tenaga kerja ditambahkan ke jumlah tetap sebesar modal.
Karl Marx mengembangkan sebuah versi dari hukum semakin berkurang dalam teorinya tentang kecenderungan tingkat keuntungan jatuh, yang diuraikan dalam Volume III Modal.
Contoh
Misalkan satu kilogram biji diterapkan pada sebidang tanah ukuran tetap memproduksi satu ton tanaman. Anda mungkin berharap bahwa tambahan kilogram biji akan menghasilkan tambahan output ton. Namun, jika ada semakin berkurang marjinal, bahwa kilogram tambahan akan menghasilkan kurang dari satu ton tambahan tanaman (ceteris paribus). Sebagai contoh, kedua kilogram biji hanya dapat menghasilkan setengah ton output tambahan. Semakin berkurang marjinal juga menyiratkan bahwa satu kilogram sepertiga dari benih akan menghasilkan tanaman tambahan yang bahkan kurang dari setengah ton output tambahan, katakanlah, seperempat ton.
Dalam ekonomi, istilah "marjinal" digunakan untuk berarti di tepi produktivitas dalam suatu sistem produksi. Perbedaan dalam investasi benih di tiga skenario adalah salah satu kilogram - ". Investasi marjinal pada biji adalah salah satu kilogram" Dan perbedaan dalam output, tanaman, merupakan salah satu ton untuk kilogram pertama benih, satu ton setengah kilogram untuk kedua, dan satu seperempat ton untuk kilogram ketiga. Dengan demikian, produk fisik marginal (MPP) dari benih akan jatuh sebagai jumlah bibit yang ditanam meningkat. Dalam contoh ini, produk marjinal (atau kembali) sama dengan jumlah ekstra tanaman yang dihasilkan dibagi dengan jumlah ekstra benih ditanam.
Konsekuensi dari semakin berkurang marjinal adalah bahwa dengan meningkatnya total investasi, return total investasi sebagai proporsi dari total investasi (rata-rata produk atau kembali) menurun. Kembalinya dari investasi kilogram pertama adalah 1 t / kg. Kembalinya total ketika 2 kg biji diinvestasikan adalah 1,5 / 2 = 0,75 t / kg, sedangkan total return ketika 3 kg diinvestasikan adalah 1,75 / 3 = 0,58 t / kg.
Contoh tertentu Berkurangnya Pengembalian Marginal dalam hal formulais: Dimana D = Kembali Hilangnya Marjinal, X = benih dalam kilogram, dan\frac{1}{2^{i-1}}
hasil tanaman dalam ton memberi kita:

\frac{1}{X}\sum_{i=1}^{X}\frac{1}{2^{i-1}}=\text{D}
Mengganti 3 untuk X dan hasil perluasan:
\frac{1}{3}\sum_{i=1}^{3}\frac{1}{2^{i-1}}=\text{D}
=\frac{1}{3}\cdot\left(\frac{1}{2^{1-1}}+\frac{1}{2^{2-1}}+\frac{1}{2^{3-1}}\right)=\frac{1}{3}\cdot\left(\frac{1}{2^0}+\frac{1}{2^{1}}+\frac{1}{2^{2}}\right)=\frac{1}{3}\cdot\left(\frac{1}{1}+\frac{1}{2}+\frac{1}{4}\right)
=\frac{1}{3}\cdot\left(\frac{7}{4}\right)=\frac{7}{12}=0.58\overline{3}\text{t/kg}
Contoh lain adalah sebuah pabrik yang memiliki saham tetap dari modal, atau alat dan mesin, dan pasokan tenaga kerja variabel. Sebagai perusahaan meningkatkan jumlah pekerja, output total perusahaan tumbuh tapi pada tingkat yang semakin-berkurang. Hal ini karena setelah titik tertentu, pabrik menjadi penuh sesak dan pekerja mulai membentuk garis untuk menggunakan mesin. Solusi jangka panjang untuk masalah ini adalah untuk meningkatkan persediaan modal, yaitu, untuk membeli lebih banyak mesin dan membangun pabrik yang lebih.
Returns dan biaya
Ada hubungan terbalik antara return input dan biaya produksi. Misalkan satu kilogram benih biaya satu dolar, dan harga ini tidak berubah, meskipun ada biaya lainnya, menganggap mereka tidak berbeda dengan jumlah output dan karena itu biaya tetap. Satu kilogram menghasilkan satu ton biji tanaman, sehingga tanaman ton pertama biaya satu dolar tambahan untuk menghasilkan. Artinya, untuk pertama ton output, biaya marjinal (MC) dari output adalah $ 1 per ton. Jika tidak ada perubahan lainnya, maka jika kedua kilogram benih diterapkan pada tanah menghasilkan hanya setengah output dari pertama, MC sama dengan $ 1 per setengah ton output, atau $ 2 per ton. Demikian pula, jika kilogram ketiga hanya memproduksi ton ¼, maka MC sama dengan $ 1 per ton kuartal, atau $ 4 per ton. Jadi, kembali menyiratkan marjinal mengurangi peningkatan biaya marjinal. Ini juga berarti meningkatnya biaya rata-rata. Dalam contoh numerik, biaya rata-rata naik dari $ 1 untuk 1 ton ke $ 2 untuk 1,5 ton menjadi $ 3 untuk 1,75 ton, atau kira-kira dari 1 to 1,3-1,7 dolar per ton.
Dalam contoh ini, biaya marjinal sama dengan jumlah tambahan uang yang dibelanjakan pada biji dibagi dengan jumlah ekstra tanaman yang dihasilkan, sedangkan biaya rata-rata adalah jumlah uang yang dibelanjakan untuk Divi benih Biaya juga dapat diukur dalam hal biaya kesempatan. Dalam hal ini hukum juga berlaku untuk masyarakat, biaya kesempatan dari memproduksi satu unit yang meningkat umumnya baik sebagai masyarakat mencoba untuk memproduksi lebih banyak yang baik. Ini menjelaskan bentuk membungkuk-keluar dari batas kemungkinan produksi.
Kembali ke skala
Marjinal kembali dibahas lihat kasus-kasus ketika hanya satu dari banyak masukan meningkat (misalnya, jumlah benih meningkat, tetapi jumlah tanah tetap konstan). Jika semua input meningkat secara proporsional, hasilnya adalah umumnya output konstan atau meningkat.
Sebagai perusahaan dalam jangka panjang meningkatkan jumlah dari semua faktor yang digunakan, semua hal lain dianggap sama, awalnya tingkat kenaikan dalam output mungkin lebih cepat daripada tingkat kenaikan input, kemudian output akan meningkat dalam proporsi yang sama seperti masukan, maka akhirnya, output akan meningkat kurang proporsional dari input.

Economies of scale

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/38/Economies_of_scale.PNG/330px-Economies_of_scale.PNG
Sebagai kuantitas produksi meningkat dari Q untuk Q2, biaya rata-rata setiap unit menurun dari C C1.
Skala ekonomi, dalam ekonomi mikro, mengacu pada keunggulan biaya yang bisnis memperoleh akibat ekspansi. Ada banyak faktor yang menyebabkan biaya rata-rata produsen per unit turun sebagai skala output meningkat. "Ekonomi skala" adalah konsep jangka panjang dan mengacu pada pengurangan biaya unit sebagai ukuran fasilitas dan tingkat kenaikan penggunaan input lainnya [1] disekonomis skala sebaliknya.. Sumber umum skala ekonomi beli (membeli sebagian besar bahan melalui kontrak jangka panjang), manajerial (meningkatkan spesialisasi manajer), keuangan (mendapatkan beban yang lebih rendah-bunga ketika pinjaman dari bank dan akses harus rentang yang lebih besar keuangan instrumen), pemasaran (menyebarkan biaya iklan selama rentang yang lebih besar dari output di pasar media), dan teknologi (mengambil keuntungan dari kembali ke skala dalam fungsi produksi). Masing-masing faktor mengurangi biaya rata-rata jangka panjang (LRAC) produksi dengan menggeser biaya jangka pendek total rata-rata (SRATC) kurva ke bawah dan ke kanan. Skala ekonomi juga berasal sebagian dari belajar dengan melakukan.
Skala ekonomis adalah sebuah konsep praktis yang penting untuk menjelaskan fenomena dunia nyata seperti pola perdagangan internasional, jumlah perusahaan di pasar, dan bagaimana perusahaan mendapatkan "terlalu besar untuk gagal". Eksploitasi skala ekonomi membantu menjelaskan mengapa perusahaan-perusahaan tumbuh besar di beberapa industri. Ini juga merupakan pembenaran untuk kebijakan perdagangan bebas, karena beberapa skala ekonomi mungkin memerlukan pasar yang lebih besar daripada yang mungkin dalam suatu negara tertentu - misalnya, tidak akan efisien bagi Liechtenstein untuk memiliki pembuat mobil sendiri, jika mereka hanya akan menjual untuk pasar lokal mereka. Seorang pembuat mobil sendirian mungkin menguntungkan, namun, jika mereka ekspor mobil ke pasar global Selain menjual ke pasar lokal. Skala ekonomi juga berperan dalam "monopoli alami."
Alam monopoli
Sebuah monopoli alami sering diartikan sebagai perusahaan yang menikmati skala ekonomi untuk semua ukuran perusahaan wajar, karena selalu lebih efisien untuk satu perusahaan untuk memperluas daripada perusahaan baru yang akan didirikan, monopoli alami memiliki saingan. Karena memiliki persaingan tidak, kemungkinan monopoli memiliki kekuatan pasar signifikan. Oleh karena itu, beberapa industri yang telah diklaim sebagai ditandai dengan monopoli alam telah diatur atau milik publik.
Skala ekonomis dan kembali ke skala
Skala ekonomi berkaitan dengan dan dengan mudah dapat menjadi bingung dengan gagasan ekonomi teoritis kembali ke skala. Dimana skala ekonomi mengacu pada biaya sebuah perusahaan, kembali ke skala menggambarkan hubungan antara input dan output dalam fungsi-jangka panjang (semua variabel input) produksi. Sebuah fungsi produksi memiliki skala hasil konstan jika peningkatan semua input oleh beberapa hasil proporsi peningkatan output oleh proporsi yang sama. Returns menurun jika, katakanlah, dua kali lipat hasil input dalam waktu kurang dari dua kali lipat output, dan peningkatan jika lebih dari dua kali lipat output. Jika fungsi matematika digunakan untuk mewakili fungsi produksi, dan jika fungsi produksi homogen, kembali ke skala yang diwakili oleh tingkat homogenitas fungsi. fungsi produksi Homegeneous dengan skala hasil konstan adalah tingkat pertama homogen, meningkat kembali ke skala yang diwakili oleh tingkat homogenitas yang lebih besar dari satu, dan menurun kembali ke skala dengan derajat homogenitas kurang dari satu.
Jika perusahaan merupakan pesaing yang sempurna di semua pasar input, dan dengan demikian harga per-unit semua input yang tidak terpengaruh oleh berapa banyak masukan pembelian perusahaan, maka dapat ditampilkan [2] [3] [4] bahwa pada tingkat output tertentu, perusahaan memiliki skala ekonomi jika dan hanya jika telah meningkat kembali ke skala, telah disekonomis skala jika dan hanya jika telah menurun kembali ke skala, dan tidak memiliki ekonomi maupun skala disekonomis jika memiliki skala hasil konstan. Dalam hal ini, dengan persaingan sempurna di pasar output ekuilibrium jangka panjang akan melibatkan semua perusahaan yang beroperasi pada titik minimum kurva jangka panjang mereka biaya rata-rata (yaitu, di perbatasan antara ekonomi dan disekonomis skala).
Namun, jika perusahaan bukan merupakan pesaing yang sempurna di pasar input, maka kesimpulan di atas dimodifikasi. Sebagai contoh, jika ada kenaikan kembali ke skala di beberapa kisaran tingkat output, tetapi perusahaan begitu besar dalam satu atau lebih pasar input yang meningkatkan pembelian atas input drive up biaya per unit input, maka perusahaan bisa disekonomis skala di rentang tingkat output. Sebaliknya, jika perusahaan mampu mendapatkan diskon besar dari input, maka itu bisa memiliki skala ekonomi dalam beberapa kisaran tingkat output bahkan jika itu mengalami penurunan kembali produksi di rentang output.
Marjinal utilitas
Dalam ekonomi, utilitas marjinal suatu barang atau jasa adalah utilitas yang diperoleh (atau hilang) dari kenaikan (atau penurunan) konsumsi yang baik atau jasa. Para ekonom kadang-kadang berbicara tentang hukum mengurangi utilitas marjinal, yang berarti bahwa ada hasil yang menurun dalam konsumsi, sehingga unit pertama konsumsi yang menghasilkan barang atau jasa utilitas lebih dari unit kedua dan selanjutnya.
Konsep utilitas marjinal memainkan peran penting dalam revolusi marjinal dari akhir abad 19, dan menyebabkan penggantian teori nilai kerja dengan nilai teori neoklasik di mana harga relatif dari barang dan jasa secara bersamaan ditentukan oleh tingkat marjinal substitusi konsumsi dan tingkat marjinal transformasi dalam produksi, yang setara dalam keseimbangan ekonomi.
Marjinalitas
Yang marjinal merujuk pada efek dari perubahan kecil di konsumsi, mulai dari beberapa tingkat dasar. Seperti yang dijelaskan Philip Wicksteed istilah,
'Pertimbangan Marjinal adalah pertimbangan yang perhatian sedikit peningkatan atau penurunan saham segala sesuatu yang kita miliki atau sedang mempertimbangkan' [1]
Sering perubahan marjinal yaitu dimulai dari sumbangan, yang berarti total sumber daya yang tersedia untuk konsumsi (lihat kendala Anggaran). endowmen ini ditentukan oleh banyak hal termasuk hukum-hukum fisika (yang membatasi bagaimana bentuk energi dan materi bisa diubah), kecelakaan alam (yang menentukan keberadaan sumber daya alam), dan hasil dari keputusan masa lalu yang dibuat baik oleh orang lain dan oleh individu dirinya sendiri.
Untuk alasan tractability, sering diasumsikan dalam analisis neoklasik bahwa barang dan jasa terus dibagi. Dengan asumsi ini, konsep marjinal, termasuk utilitas marjinal dapat dinyatakan dalam bentuk kalkulus diferensial. utilitas marjinal dapat didefinisikan sebagai ukuran kepuasan relatif diperoleh atau hilang dari peningkatan atau penurunan konsumsi yang baik atau jasa.
Namun, tegasnya, divisi yang bersangkutan terkecil mungkin cukup besar. Sering, analisis ekonomi menyangkut nilai marjinal yang terkait dengan perubahan satu unit diskrit suatu barang atau jasa, seperti kendaraan bermotor atau potong rambut.
] Utility
Beragam konsep utilitas mendasari teori yang berbeda di mana utilitas marjinal berperan. Telah umum di kalangan ekonom untuk menggambarkan utilitas seolah-olah itu dihitung, yaitu, seolah-olah tingkat utilitas yang berbeda dapat dibandingkan sepanjang skala numerik [2] [3] Hal ini telah mempengaruhi perkembangan dan penerimaan teori marjinal. utilitas. Konsep utilitas yang memerlukan kuantifikasi memungkinkan operasi aritmatika akrab, dan asumsi lebih lanjut kontinuitas dan diferensiabilitas sangat meningkatkan tractability.
Kontemporer mainstream teori ekonomi sering menangguhkan pertanyaan metafisik, dan hanya catatan atau mengasumsikan bahwa preferensi struktur sesuai dengan aturan-aturan tertentu dapat bermanfaat proxy oleh mengasosiasikan barang, jasa, atau menggunakan daripadanya dengan kuantitas, dan mendefinisikan "utilitas" seperti suatu kuantifikasi. [4]
konsepsi lain adalah filsafat utilitaris, yang disamakan kegunaan dengan produksi kesenangan dan menghindari rasa sakit, [5] dianggap tunduk pada operasi aritmatika [6] ekonom Inggris,. bawah pengaruh filsafat ini (terutama dengan cara John Stuart Mill), utilitas dilihat sebagai "perasaan senang dan rasa sakit" [7] dan lebih lanjut sebagai "kuantitas perasaan" (penekanan ditambahkan). [8]
Meskipun umumnya mengejar luar metode mainstream, ada konsepsi utilitas yang tidak bergantung pada kuantifikasi. Sebagai contoh, sekolah umum Austria atribut nilai kepuasan kebutuhan, [9] [10] [11] dan kadang-kadang menolak bahkan kemungkinan kuantifikasi. [12] Telah dikemukakan bahwa kerangka Austria memungkinkan untuk mempertimbangkan rasional preferensi yang seharusnya dapat dikecualikan. [10]
Dalam setiap kerangka kerja standar, objek yang sama mungkin memiliki utilitas marjinal berbeda untuk orang yang berbeda, yang mencerminkan preferensi yang berbeda atau keadaan individu.
Berkurangnya marjinal utilitas
Seorang individu biasanya akan mampu menggunakan sebagian order potensial barang atau jasa. Misalnya, jatah air dapat digunakan untuk mempertahankan diri sendiri, anjing, atau mawar semak. Mengatakan bahwa orang yang diberikan memberikan rezeki sendiri prioritas tertinggi, yaitu anjing prioritas tertinggi berikutnya, dan prioritas terendah ke semak mawar. Dalam hal itu, jika individu memiliki dua jatah air, maka utilitas marjinal dari salah satu dari mereka ransum adalah bahwa kelestarian anjing. Utilitas marjinal dari unit ketiga adalah bahwa dari menyiram mawar.
(The mengurangi utilitas marjinal seharusnya tidak perlu diambil untuk menjadi sendiri merupakan pengurangan aritmetika. Ini mungkin tidak lebih dari perubahan murni ordinal
Gagasan bahwa utilitas marginal berkurang di rentang yang relevan untuk pengambilan keputusan disebut "hukum diminishing marginal utility" (dan juga dikenal sebagai "Hukum Gossen Pertama"). Namun, tidak akan selalu terus. Kasus anjing, orang, dan mawar adalah satu di mana menggunakan potensi beroperasi secara independen-tidak ada saling melengkapi di tiga penggunaan. Kadang-kadang jumlah yang ditambahkan membawa hal-hal yang melewati suatu titik kritis yang diinginkan, atau jumlah yang dikurangi menyebabkan mereka gagal. Dalam kasus tersebut, utilitas marjinal suatu barang atau jasa mungkin sebenarnya meningkat. Sebagai contoh:
• seprai, yang sampai dengan beberapa nomor hanya dapat memberikan kehangatan, tetapi setelah titik yang memungkinkan seseorang untuk efek melarikan diri dengan cara diikat bersama-sama ke tali;
• tiket, untuk perjalanan atau teater, di mana tiket kedua mungkin mengijinkan satu untuk mengambil tanggal pada jalan-jalan dinyatakan tidak menarik;
• dosis antibiotik, di mana memiliki terlalu sedikit pil akan meninggalkan bakteri dengan resistensi yang lebih besar, tetapi pasokan penuh bisa efek obat.
Fakta bahwa titik kritis bisa dihubungi tidak berarti bahwa utilitas marjinal akan terus meningkat tanpa batas waktu setelahnya. Sebagai contoh, di luar beberapa titik, dosis lebih lanjut dari antibiotik akan membunuh patogen tidak sama sekali, dan bahkan bisa menjadi berbahaya bagi tubuh. Sederhananya, sebagai laju meningkatkan konsumsi komoditas, menurunkan utilitas marjinal. Jika konsumsi komoditas terus meningkat, utilitas marjinal di beberapa titik jatuh ke nol, utilitas total mencapai maksimum. peningkatan lebih lanjut dalam konsumsi unit komoditas menyebabkan utilitas marjinal menjadi negatif, hal ini menandakan ketidakpuasan
Marginalist teori
Marginalism menjelaskan pilihan dengan hipotesis bahwa orang-orang memutuskan apakah pengaruh perubahan diberikan berdasarkan utilitas marjinal dari perubahan itu, dengan alternatif saingan yang dipilih didasarkan atas yang memiliki utilitas marjinal terbesar.
Harga pasar dan mengurangi utilitas marjinal
Jika seseorang memiliki saham atau aliran barang atau jasa yang marjinal utilitas kurang dari akan bahwa beberapa pelayanan yang baik atau yang dia bisa dagang, maka kepentingan nya untuk efek bahwa perdagangan. Tentu saja, sebagai salah satu hal yang diperdagangkan-jauhnya dan lain diperoleh, marjinal keuntungan masing-masing atau kerugian dari perdagangan lebih lanjut sekarang berubah. Pada Pada asumsi bahwa utilitas marjinal satu berkurang, dan yang lainnya tidak meningkat, semua sederajat, individu akan menuntut peningkatan rasio yang diperoleh dengan yang yang dikorbankan. (Salah satu cara penting di mana semuanya mungkin tidak sama adalah ketika penggunaan satu barang atau jasa yang melengkapi yang lainnya Dalam kasus tersebut, rasio pertukaran mungkin konstan.. [10]) Jika pedagang bisa lebih baik nya posisi marginal sendiri dengan menawarkan perdagangan lebih menguntungkan bagi pedagang pelengkap, maka ia akan melakukannya.
Dalam ekonomi dengan uang, utilitas marjinal suatu besaran adalah bahwa dari yang terbaik baik atau jasa yang bisa membeli.
Oleh karena itu, "hukum" yang semakin menurun utilitas marjinal memberikan penjelasan untuk mengurangi tingkat marjinal substitusi dan dengan demikian untuk "hukum" dari penawaran dan permintaan, serta aspek-aspek penting model kompetisi "tidak sempurna".
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0a/AdamSmith.jpg/105px-AdamSmith.jpgAdamSMith
The, Äúlaw, Äù yang semakin menurun utilitas marjinal dikatakan menjelaskan, Äúparadox air dan berlian, Äù, paling sering dikaitkan dengan Adam Smith [15] (walaupun diakui oleh para pemikir sebelumnya). [16] Manusia tidak bisa bertahan hidup tanpa air , sedangkan berlian yang hanya ornamen atau ukiran bit. Namun air memiliki harga yang sangat rendah, dan berlian dengan harga yang sangat tinggi, oleh ukuran normal. Marginalists menjelaskan bahwa itu adalah kegunaan marjinal dari setiap kuantitas tertentu yang menentukan harga, daripada kegunaan kelas atau suatu totalitas. Bagi kebanyakan orang, air cukup melimpah bahwa kerugian atau keuntungan dari galon akan menarik diri atau hanya menambahkan beberapa penggunaan yang sangat kecil jika ada, sedangkan berlian berada di jauh lebih pasokan terbatas, sehingga penggunaan hilang atau diperoleh akan jauh lebih besar.
Itu tidak berarti bahwa harga setiap barang atau jasa hanyalah sebuah fungsi dari utilitas marjinal yang telah untuk setiap individu satu atau beberapa individu seolah-olah khas. Sebaliknya, individu bersedia untuk perdagangan didasarkan pada utilitas marginal masing-masing dari barang yang mereka miliki atau keinginan (dengan utilitas ini marjinal yang berbeda untuk setiap pedagang potensial), dan harga dengan demikian mengembangkan dibatasi oleh utilitas marjinal.
The, Äúlaw, Äù tidak memberitahu kita hal-hal seperti mengapa berlian secara alami kurang berlimpah di bumi daripada air, tetapi membantu kita untuk memahami bagaimana ini mempengaruhi nilai diperhitungkan kepada berlian yang diberikan dan harga berlian di pasar.

TQuantified marjinal utilitas
Dalam kasus khusus di mana kegunaannya bisa diukur, perubahan utilitas yang bergerak dari negara S1 ke S2 negara
\Delta U=U(S_2)-U(S_1)\,
Apalagi jika S1 dan S2 yang dibedakan oleh nilai-nilai hanya satu variabel yang diukur itu sendiri, maka menjadi mungkin untuk berbicara tentang rasio utilitas marjinal perubahan dalam dengan ukuran perubahan yang:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/71/UtilityQuantified.svg/400px-UtilityQuantified.svg.png
berkurangnya marjinal utilitas, kuantifikasi diberikan
\left.\frac{\Delta U}{\Delta g}\right|_{c.p.} 
(Dimana "cp" menunjukkan bahwa hanya variabel independen terhadap perubahan).
Mainstream ekonomi neoklasik biasanya akan mengasumsikan bahwa
\lim_{\Delta g\to 0}{\left.\frac{\Delta U}{\Delta g}\right|_{c.p.}}
didefinisikan dengan baik, dan menggunakan "utilitas marjinal" untuk merujuk ke turunan parsial
\frac{\partial U}{\partial g}\approx\left.\frac{\Delta U}{\Delta g}\right|_{c.p.}
dan utilitas marjinal berkurang juga sama diambil untuk sesuai dengan

\frac{\partial^2 U}{\partial g^2}<0

TUGAS PENGANTAR ILMU EKONOMI

TUGAS
PENGANTAR ILMU EKONOMI

Faktor produksi
Dalam ilmu ekonomi, faktor-faktor produksi (atau input produktif atau sumber daya) adalah setiap komoditas atau jasa yang digunakan untuk menghasilkan dewa dan jasa. 'Faktor produksi juga dapat merujuk secara khusus dengan faktor-faktor utama, yang saham termasuk tanah, tenaga kerja (kemampuan untuk bekerja), dan barang modal diterapkan untuk produksi. Faktor utama memfasilitasi produksi tetapi tidak menjadi bagian dari produk (seperti bahan baku) atau menjadi signifikan diubah oleh proses produksi (seperti bahan bakar yang digunakan untuk mesin listrik). 'Tanah' tidak hanya mencakup lokasi produksi tetapi sumber daya alam atas atau di bawah tanah. penggunaan baru-baru ini dibedakan modal manusia (stok pengetahuan dalam angkatan kerja dari pendidikan formal dan pelatihan kerja sebagai bagian dari tenaga kerja ,kewirausahaan,teknologi digambarkan sebagai factor produksi. Faktor-faktor utama memfasilitasi produksi tetapi tidak menjadi bagian dari produk (seperti bahan baku) atau menjadi signifikan ditransformasikan oleh proses produksi (seperti dengan bahan bakar yang digunakan untuk mesin listrik).
Perbedaan yang paling mencolok ketika datang untuk memutuskan yang faktor yang paling penting.
Dasar-dasar teori Produksi
Produksi mengacu pada proses ekonomi mengubah masukan menjadi keluaran. Produksi menggunakan sumber daya untuk menciptakan pelayanan yang baik atau yang cocok untuk pertukaran. Hal ini dapat mencakup manufaktur, penyimpanan, pengiriman, dan kemasan. Beberapa ekonom mendefinisikan produksi secara luas sebagai semua kegiatan ekonomi lain selain konsumsi. Mereka melihat setiap kegiatan komersial lainnya dibandingkan dengan pembelian terakhir sebagai suatu bentuk produksi.
Produksi adalah suatu proses, dan karena itu terjadi melalui ruang dan waktu. Karena merupakan konsep aliran, produksi diukur sebagai "tingkat keluaran per periode waktu". Ada tiga aspek untuk proses produksi:
·         kuantitas pelayanan yang baik atau dihasilkan,
·         bentuk pelayanan yang baik atau diciptakan,
·         distribusi spasial temporal dan barang atau jasa yang dihasilkan.
Proses produksi dapat didefinisikan sebagai setiap kegiatan yang meningkatkan kesamaan antara pola permintaan barang dan jasa, dan kuantitas, bentuk, bentuk, ukuran, panjang dan distribusi barang-barang dan jasa yang tersedia ke tempat pasar.

Produk Total
Produk total (atau produk fisik total) merupakan faktor variabel produksi mengidentifikasi apa output yang mungkin menggunakan berbagai tingkat input variabel.


Produk Fisik Rata-rata
Produk fisik rata-rata adalah total produksi dibagi dengan jumlah unit input variabel yang digunakan. Ini adalah output dari setiap unit input. Jika ada 10 karyawan yang bekerja pada proses produksi yang memproduksi 50 unit per hari, maka produk rata-rata input tenaga kerja variabel adalah 5 unit per hari. Produk rata-rata biasanya bervariasi sebagai lebih dari input yang digunakan.
Produk Fisik Marjinal
Produk fisik marjinal dari sebuah input variabel adalah perubahan total output yang disebabkan oleh perubahan satu unit pada input variabel (disebut produk marjinal diskrit) atau alternatif tingkat perubahan total output karena perubahan sangat kecil pada input variabel (disebut produk marjinal kontinu). Produk marjinal diskrit modal adalah tambahan output yang dihasilkan dari penggunaan unit tambahan modal (dengan asumsi semua faktor lainnya tetap). Produk marjinal berkesinambungan dari input variabel dapat dihitung sebagai turunan dari jumlah yang akan diproduksi sehubungan dengan input variabel yang digunakan.
Karena perubahan produk drive marjinal dalam produk rata-rata, kita tahu bahwa ketika produk fisik rata-rata jatuh, produk fisik marjinal harus kurang dari rata-rata. Demikian juga, ketika produk fisik rata-rata naik, itu harus karena produk fisik marjinal lebih besar dari rata-rata.
Alokasi sumber daya dan efisiensi distributif dalam campuran modal dan investasi tenaga kerja akan bervariasi per industri dan sesuai dengan teknologi yang tersedia. Kereta yang mampu mengangkut lebih banyak di jalan dengan lebih sedikit, tapi pada biaya investasi yang lebih besar dalam infrastruktur.
Tingkat marjinal substitusi teknis
Marjinal Tingkat Substitusi Teknis
Isokuan biasanya cembung dengan asal mencerminkan fakta bahwa dua faktor yang disubstitusikan untuk satu sama lain di berbagai tingkat. Tingkat substitusi yang disebut sebagai "tingkat marjinal substitusi teknis" (MRTS) atau kadang-kadang "tingkat marjinal substitusi dalam produksi". Itu mengukur pengurangan satu input per unit peningkatan dalam masukan lainnya yang hanya cukup untuk mempertahankan tingkat produksi yang konstan. Sebagai contoh, tingkat marjinal substitusi tenaga kerja untuk modal memberikan jumlah modal yang dapat digantikan oleh satu unit tenaga kerja sekaligus menjaga output tidak berubah.
Untuk bergerak dari titik A ke titik B dalam diagram, jumlah modal berkurang dari Ka Kb sementara jumlah tenaga kerja hanya meningkat dari La ke Lb. Untuk bergerak dari titik C ke titik D, jumlah modal berkurang dari Kc untuk Kd sementara jumlah tenaga kerja meningkat dari Lc ke Ld. Tingkat marjinal substitusi teknis tenaga kerja untuk modal setara dengan kemiringan absolut dari isokuan pada titik (perubahan modal dibagi dengan perubahan tenaga kerja). Hal ini sama dengan 0 dimana isokuan menjadi horisontal, dan sama dengan tak terhingga di mana ia menjadi vertikal.
Sebaliknya benar ketika pergi ke arah lain (dari D ke C ke B ke A). Dalam hal ini kita melihat tingkat marjinal modal substitusi teknis untuk tenaga kerja (yang merupakan kebalikan dari tingkat marjinal substitusi tenaga kerja teknis untuk modal).

Hal ini juga dapat menunjukkan bahwa tingkat marjinal substitusi tenaga kerja untuk modal, adalah sama dengan produk fisik marjinal tenaga kerja dibagi dengan produk fisik marjinal modal.

Dalam kasus yang tidak biasa dari dua masukan yang pengganti sempurna bagi satu sama lain dalam produksi, isokuan akan linear (linear dalam arti sebuah fungsi y = a - bx). Jika, di sisi lain, hanya ada satu proses produksi yang tersedia, proporsi faktor akan tetap, dan ini isokuan nol-substitusi akan ditampilkan sebagai garis horizontal atau vertikal.
 Produktivitas model
Produktivitas di bidang ekonomi adalah rasio dari apa yang dihasilkan dengan apa yang diperlukan untuk memproduksi. Produktivitas adalah ukuran pada efisiensi produksi. Model Produktivitas adalah metode pengukuran yang digunakan dalam praktek untuk mengukur produktivitas. Model Produktivitas harus mampu memecahkan rumus Output / Input ketika ada berbagai output dan input.
Perbandingan model produktivitas
Prinsip membandingkan model produktivitas adalah untuk mengidentifikasi karakteristik yang hadir dalam model dan memahami perbedaan mereka. Tugas ini dikurangi dengan fakta bahwa karakteristik tersebut jelas-jelas dapat diidentifikasi dengan rumus pengukuran mereka. Berdasarkan model perbandingan, adalah mungkin untuk mengidentifikasi model yang cocok untuk mengukur produktivitas. Sebuah kriteria dari solusi ini adalah teori produksi dan fungsi produksi. Sangat penting bahwa model mampu menggambarkan fungsi produksi.
Dimensi perbandingan model produktivitas
 Ada dua dimensi dalam perbandingan. perbandingan model horisontal mengacu pada perbandingan antara model bisnis. perbandingan model vertikal mengacu pada perbandingan antara tingkat ekonomi aktivitas atau antara tingkat bisnis, industri dan ekonomi nasional.
Pada ketiga tingkat ekonomi, yaitu, bahwa usaha, industri dan ekonomi nasional, pemahaman yang seragam berlaku dari fenomena produktivitas dan bagaimana itu harus dimodelkan dan diukur. Perbandingan mengungkapkan beberapa perbedaan yang terutama dapat dilihat untuk hasil dari perbedaan dalam mengukur akurasi. Ini telah memungkinkan untuk mengembangkan model produktivitas bisnis sehingga lebih akurat daripada perekonomian nasional karena alasan sederhana bahwa dalam bisnis pengukuran data jauh lebih akurat.
Model bisnis
Ada berbagai model yang tersedia untuk mengukur produktivitas. Membandingkan model sistematis telah terbukti paling bermasalah. Dari segi matematika murni belum mungkin untuk menetapkan karakteristik yang berbeda dan semacam itu dari mereka sehingga dapat memahami setiap model seperti itu dan dalam hubungannya dengan model lain. Perbandingan semacam ini dimungkinkan dengan menggunakan model produktivitas yang merupakan model dengan karakteristik disesuaikan. Model adjustable dapat diatur dengan karakteristik model yang sedang diperiksa setelah kedua perbedaan dan persamaan diidentifikasi.
Karakteristik model pengukuran produktivitas yang melampaui semua yang lain adalah kemampuan untuk menggambarkan fungsi produksi. Jika model yang dapat menggambarkan fungsi produksi, adalah berlaku untuk pengukuran produktivitas total. Di sisi lain, jika tidak dapat menggambarkan fungsi produksi atau jika dapat melakukannya hanya sebagian, model tidak cocok untuk tugasnya. Model produktivitas berdasarkan bentuk fungsi produksi bukan sebuah entitas yang koheren di mana perbedaan dalam model cukup kecil. Perbedaan memainkan peran yang kecil, dan solusi yang opsional dapat direkomendasikan untuk alasan yang baik. model pengukuran Produktivitas dapat berbeda dalam sifat dari yang lain dalam enam cara.
Pertama, perlu untuk memeriksa dan memperjelas perbedaan nama konsep. Model pengembang telah memberikan nama yang berbeda untuk konsep yang sama, menyebabkan banyak kebingungan. Tak usah dikatakan bahwa perbedaan nama tidak mempengaruhi logika pemodelan.
Model variabel dapat berbeda, dengan itu, logika dasar dari model ini berbeda. Ini adalah pertanyaan yang variabel yang digunakan untuk pengukuran. Karakteristik yang paling penting dari model adalah kemampuannya untuk menggambarkan fungsi produksi. Persyaratan ini terpenuhi dalam kasus model memiliki variabel fungsi produksi produktivitas dan volume. Hanya model yang memenuhi kriteria ini adalah senilai perbandingan lebih dekat.
Perhitungan urutan variabel dapat berbeda. Perhitungan ini didasarkan pada prinsip ceteris paribus menyatakan bahwa ketika menghitung dampak perubahan dalam satu variabel semua variabel lain yang terus konstan. Urutan menghitung variabel memiliki beberapa efek pada hasil perhitungan, namun, perbedaan tidak signifikan.
kerangka teoritis model dapat berupa teori atau teori biaya produksi. Dalam model yang didasarkan pada teori produksi, volume kegiatan diukur dengan volume input. Dalam model yang didasarkan pada teori biaya, volume kegiatan diukur dengan volume output.
Teknik Akuntansi, yaitu bagaimana hasil pengukuran yang dihasilkan, bisa berbeda. Dalam perhitungan, tiga teknik diterapkan: rasio akuntansi, akuntansi varian dan bentuk akuntansi. Perbedaan dalam teknik akuntansi tidak berarti perbedaan hasil akuntansi tetapi perbedaan kejelasan dan dimengerti. akuntansi Varians memberikan pengguna kemungkinan paling untuk analisis.
Penyesuaian model. Ada dua macam model, tetap dan disesuaikan. Pada model adjustable, karakteristik dapat diubah, dan karena itu, mereka dapat memeriksa karakteristik dari model lainnya. Model tetap tidak dapat diubah. Ia memegang konstan karakteristik yang pengembang telah menciptakan di dalamnya.
Berdasarkan variabel yang digunakan dalam model yang disarankan untuk mengukur produktivitas bisnis, model tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori sebagai berikut:


Model indeks produktivitas
Pada tahun 1955, Davis menerbitkan sebuah buku berjudul Produktivitas Akuntansi di mana ia menyajikan model indeks produktivitas. Berdasarkan versi model Davis 'beberapa telah dikembangkan, namun, solusi dasar selalu sama (Kendrick & Creamer 1965, Craig & Harris 1973, Hines 1976, Mundel 1983, Sumanth 1979). Variabel hanya dalam model indeks adalah produktivitas, yang berarti bahwa model tersebut tidak dapat digunakan untuk menggambarkan fungsi produksi. Oleh karena itu, model ini tidak diperkenalkan di lebih rinci di sini.
PPPV adalah singkatan dari variabel-variabel berikut, profitabilitas yang dinyatakan sebagai fungsi dari mereka:
Profitabilitas = f (Produktivitas, Harga, Volume)
Model ini terkait dengan laporan laba rugi sehingga profitabilitas yang dinyatakan sebagai fungsi dari produktivitas, volume dan harga satuan. Produktivitas dan volume adalah variabel dari suatu fungsi produksi, dan menggunakan mereka membuat mungkin untuk menggambarkan proses nyata. Perubahan harga unit menggambarkan perubahan distribusi pendapatan produksi.
Tabel ini menyajikan karakteristik model PPPV. Semua empat model menggunakan variabel yang sama dengan yang perubahan profitabilitas ditulis ke dalam rumus yang akan digunakan untuk pengukuran. Variabel ini pendapatan distribusi (harga), produktivitas dan volume. kesimpulan adalah bahwa logika dasar pengukuran adalah sama di semua model. Metode pelaksanaan pengukuran bervariasi untuk gelar, tergantung pada kenyataan bahwa model tidak menghasilkan hasil yang sama dari bahan perhitungan yang sama.
Bahkan jika fungsi produksi variabel profitabilitas dan volume adalah dalam model, dalam praktek perhitungan juga dapat dilakukan sesuai dengan fungsi biaya. Ini adalah kasus dalam model C & T serta Gollop. Menghitung metode yang berbeda dalam penggunaan baik volume produksi atau volume input untuk mengukur volume kegiatan. Solusi mantan sesuai dengan fungsi biaya dan yang terakhir dengan fungsi produksi. Hal ini jelas bahwa perhitungan menghasilkan hasil yang berbeda dari bahan yang sama. Rekomendasi adalah untuk menerapkan perhitungan sesuai dengan fungsi produksi. Menurut definisi fungsi produksi yang digunakan dalam model produktivitas Saari dan Kurosawa, produktivitas berarti kuantitas dan kualitas output per satu unit input.
Model berbeda satu sama lain secara signifikan dalam teknik perhitungan mereka. Perbedaan teknik perhitungan tidak menyebabkan perbedaan dalam hasil perhitungan tapi justru sebaliknya pertanyaan perbedaan kejelasan dan kejelasan antara model. Dari perbandingan itu adalah jelas bahwa model Courbois & Temple dan Kurosawa yang murni berdasarkan formula perhitungan. Perhitungan ini didasarkan pada agregat dalam akun laba rugi. Oleh karena itu, tidak cocok untuk analisis. Produktivitas Saari model murni berdasarkan perbedaan akuntansi dikenal dari akuntansi biaya standar. Akuntansi varians diterapkan untuk variabel dasar, yaitu, untuk jumlah dan harga produk yang berbeda dan masukan. akuntansi Varians memberikan pengguna kemungkinan paling untuk analisis. Model Gollop adalah model campuran dengan teknik perhitungan. Setiap variabel dihitung dengan menggunakan teknik perhitungan yang berbeda.

Model perekonomian nasional
Untuk mengukur produktivitas dari suatu negara atau industri, perlu untuk mengoperasionalkan konsep yang sama produktivitas seperti dalam bisnis, namun, objek pemodelan secara substansial lebih luas dan informasi yang lebih agregat. Perhitungan produktivitas total sebuah bangsa atau industri didasarkan pada seri saat SNA, Sistem Neraca Nasional, dirumuskan dan dikembangkan selama setengah abad. akuntansi Nasional adalah sistem yang didasarkan pada rekomendasi dari PBB (SNA 93) untuk mengukur total produksi dan total pendapatan suatu bangsa dan bagaimana mereka digunakan.
Pengukuran produktivitas adalah paling akurat dalam bisnis karena ketersediaan semua data dasar jumlah dan harga input dan output produksi. Semakin banyak komprehensif entitas yang kita ingin menganalisis dengan pengukuran, semakin banyak data yang perlu dikumpulkan. Dalam pengukuran produktivitas, menggabungkan dan menggabungkan data selalu melibatkan mengurangi akurasi pengukuran.
Output pengukuran
Konseptual berbicara, jumlah total produksi berarti sama dalam perekonomian nasional dan dalam bisnis tapi untuk alasan praktis pemodelan konsep berbeda, masing-masing. Dalam perekonomian nasional, total produksi diukur sebagai jumlah nilai tambah sedangkan dalam bisnis ini diukur dengan nilai total output. Bila output dihitung dengan nilai tambah, pembelian input semua (energi, bahan dll) dan dampak produktivitas mereka dikecualikan dari pemeriksaan. Akibatnya, fungsi produksi ekonomi nasional ditulis sebagai berikut:
Nilai Tambah = Output = f (Modal, Tenaga Kerja)
Dalam bisnis, produksi diukur dengan nilai kotor produksi, dan di samping masukan sendiri produsen (modal dan tenaga kerja) analisis produktivitas terdiri dari input membeli semua seperti mentah-bahan, energi, outsourcing jasa, persediaan, komponen, dll Oleh , adalah mungkin untuk mengukur produktivitas total dalam bisnis yang menunjukkan pertimbangan mutlak dari semua input. Jelas bahwa pengukuran produktivitas dalam bisnis memberikan hasil yang lebih akurat karena menganalisis semua input yang digunakan dalam produksi.
Pengukuran produktivitas yang didasarkan pada akuntansi nasional telah sedang dikembangkan baru-baru ini. Metode ini dikenal sebagai KLEMS, dan mengambil semua input produksi menjadi pertimbangan. KLEMS adalah singkatan untuk modal = K, L = tenaga kerja, energi E =, = M bahan, dan S = jasa. Pada prinsipnya, semua masukan diperlakukan dengan cara yang sama. Adapun input modal pada khususnya ini berarti bahwa diukur dengan pelayanan modal, bukan oleh modal.
Kombinasi atau agregasi masalah
Masalah menggabungkan atau menggabungkan output dan input adalah murni pengukuran teknis, dan hal itu disebabkan oleh pengelompokan tetap dari item. Dalam akuntansi nasional, data perlu diberi makan di bawah item tetap item besar menghasilkan output dan input yang tidak homogen sebagaimana diatur dalam pengukuran tetapi termasuk perubahan kualitatif. Tidak ada pengelompokan tetap item dalam produksi model bisnis, baik untuk input maupun untuk produk, namun kedua input dan produk-produk yang hadir dalam perhitungan dengan nama mereka sendiri mewakili harga dasar dan kuantitas bahan perhitungan. (Saari 2006b)
Masalah harga relatif
Untuk analisis produktivitas, nilai total produksi ekonomi nasional, GNP, dihitung dengan harga tetap. Prinsip perhitungan harga tetap berarti bahwa harga dengan kuantitas yang dievaluasi adalah terus tetap atau tidak berubah untuk suatu periode tertentu. Dalam perhitungan sesuai dengan akuntansi nasional, harga tetap GNP diperoleh dengan menerapkan harga tahun disebut dasar. Sejak tahun dasar biasanya diganti setiap tahun ke 5, evaluasi output dan jumlah input tetap tidak berubah selama lima tahun. Ketika dasar-tahun baru harga diperkenalkan, harga relatif akan berubah sehubungan dengan harga tahun dasar sebelumnya, yang memiliki dampak tertentu terhadap produktivitas.
Old dasar-tahun harga memerlukan ketidaktelitian dalam pengukuran produksi. Untuk alasan ekonomi pasar, nilai relatif dari output dan input mengubah sementara harga relatif dari tahun dasar tidak bereaksi terhadap perubahan ini dengan cara apapun. Perubahan struktural seperti ini akan menjadi salah dievaluasi. Pendek siklus-hidup produk tidak akan memiliki dasar evaluasi karena mereka lahir dan mereka mati di antara dua tahun dasar. produktivitas yang baik Memperoleh oleh elastisitas diabaikan jika harga tetap tua dan jangka panjang yang digunakan. Dalam model bisnis masalah ini tidak ada, karena harga yang benar tersedia sepanjang waktu.
Fungsi produksi
Dalam mikroekonomi dan makroekonomi, fungsi produksi adalah fungsi yang menentukan output dari sebuah perusahaan, industri, atau ekonomi secara keseluruhan untuk semua kombinasi masukan. Fungsi ini adalah hubungan teknologi diasumsikan, berdasarkan keadaan saat pengetahuan teknik, tetapi tidak mewakili hasil pilihan ekonomi, melainkan adalah sebuah entitas eksternal yang diberikan yang mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomi. Hampir semua teori-teori ekonomi mengandaikan suatu fungsi produksi, baik di tingkat perusahaan atau tingkat agregat. Dalam pengertian ini, fungsi produksi adalah salah satu konsep kunci dari teori neoklasik mainstream. Beberapa ekonom non-mainstream, namun menolak konsep dari fungsi produksi agregat
Konsep fungsi produksi
Dalam mikro-ekonomi, fungsi produksi adalah fungsi yang menentukan output dari suatu perusahaan untuk semua kombinasi masukan. Sebuah fungsi meta-produksi (fungsi metaproduction) membandingkan praktek perusahaan yang ada mengkonversi input menjadi output untuk menentukan fungsi praktek produksi yang paling efisien dari entitas yang ada, apakah praktek produksi yang paling efisien layak atau praktek produksi yang paling efisien yang sebenarnya.
Klarifikasi dibutuhkan dalam kedua kasus, output maksimum dari suatu proses produksi teknologi-ditentukan adalah fungsi matematika dari satu atau lebih input. Dengan kata lain, mengingat himpunan semua kombinasi teknis layak output dan input, hanya kombinasi meliputi output maksimum untuk satu set input tertentu akan merupakan fungsi produksi. Atau, fungsi produksi dapat didefinisikan sebagai spesifikasi persyaratan input minimum yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah output yang ditunjuk, dengan teknologi yang tersedia. Hal ini biasanya dianggap bahwa fungsi produksi yang unik dapat dibangun untuk setiap teknologi produksi.
Dengan asumsi bahwa output maksimum teknologi mungkin dari himpunan input dicapai, ekonom menggunakan fungsi produksi dalam analisis adalah mencabut dari rekayasa dan masalah manajerial inheren yang terkait dengan proses produksi tertentu. Masalah teknik dan manajerial efisiensi teknis diasumsikan diselesaikan, sehingga analisis dapat fokus pada masalah efisiensi alokatif. Perusahaan ini dianggap membuat pilihan alokatif mengenai berapa banyak masing-masing faktor input untuk digunakan dan berapa banyak output untuk memproduksi, mengingat biaya (harga beli) dari setiap faktor, harga jual output, dan penentu teknologi diwakili oleh fungsi produksi. Bingkai keputusan di mana satu atau lebih input yang dipertahankan konstan dapat digunakan, misalnya, (fisik) modal dapat dianggap tetap (konstan) dalam jangka pendek, dan tenaga kerja dan mungkin input lain seperti variabel bahan baku, sedangkan dalam jangka panjang, jumlah modal baik dan faktor-faktor lain yang dapat dipilih oleh perusahaan adalah variabel. Dalam jangka panjang, perusahaan bahkan mungkin memiliki pilihan teknologi, diwakili oleh berbagai fungsi produksi yang memungkinkan.
Hubungan output input adalah non-moneter, yaitu fungsi produksi berkaitan input fisik untuk output fisik, dan harga dan biaya tidak tercermin dalam fungsi. Tetapi fungsi produksi bukan model penuh dari proses produksi: sengaja abstrak dari aspek yang melekat pada proses produksi fisik bahwa beberapa akan berargumen sangat penting, termasuk kesalahan, entropi atau limbah. Selain itu, fungsi produksi tidak biasanya model proses bisnis, baik, mengabaikan peran manajemen. (Untuk elemen fundamental primer dari teori produksi mikroekonomi, lihat dasar-dasar teori produksi).
Tujuan utama dari fungsi produksi adalah untuk mengatasi efisiensi alokatif dalam penggunaan input faktor dalam produksi dan distribusi hasil pendapatan untuk faktor tersebut. Berdasarkan asumsi-asumsi tertentu, fungsi produksi dapat digunakan untuk memperoleh produk marjinal untuk setiap faktor, yang menyiratkan pembagian yang ideal dari pendapatan yang dihasilkan dari output ke dalam pendapatan karena masing-masing faktor input produksi.
Menentukan fungsi produksi
Fungsi produksi dapat dinyatakan dalam bentuk fungsional sebagai sisi kanan
Q = f (X1, X2, X3 ,..., Xn)
dimana:
Q = kuantitas output
X1, X2, X3 ,..., Xn = jumlah input faktor (seperti modal, tenaga kerja, tanah atau bahan baku).
Jika Q adalah skalar, maka formulir ini tidak meliputi produksi bersama, yang merupakan proses produksi yang memiliki beberapa co-produk. Di sisi lain, jika f peta dari Rn untuk Rk maka itu adalah fungsi produksi bersama mengungkapkan penentuan jenis k output yang berbeda berdasarkan penggunaan bersama dari jumlah tertentu dari input n.


Satu formulasi, tidak relevan dalam praktek, adalah sebagai fungsi linear:
Q = a + bX1 + cX2 + dX3 + ...
dimana a, b, c, dan d adalah parameter yang ditentukan secara empiris.
Lain lagi dengan fungsi produksi Cobb-Douglas:
Fungsi produksi Leontief berlaku untuk situasi di mana input harus digunakan dalam proporsi yang tetap, mulai dari yang proporsi, jika penggunaan satu input meningkat tanpa lain peningkatan output ini, tidak akan berubah. Ini fungsi produksi diberikan oleh
Bentuk-bentuk lain termasuk elastisitas konstan fungsi substitusi produksi (CES), yang merupakan bentuk umum dari fungsi Cobb-Douglas, dan fungsi produksi kuadrat. Bentuk terbaik dari persamaan untuk menggunakan dan nilai-nilai parameter (a, b, c ,...) bervariasi dari perusahaan ke perusahaan dan industri ke industri. Dalam fungsi produksi jangka pendek setidaknya satu dari X (input) adalah tetap. Dalam jangka panjang semua masukan faktor adalah variabel pada kebijaksanaan manajemen.
Kuadrat Fungsi Produksi
Setiap persamaan ini dapat diplot pada grafik. Sebuah fungsi (kuadrat) produksi khas ditunjukkan dalam diagram berikut di bawah asumsi input variabel tunggal (atau tetap Rasio input sehingga dapat diperlakukan sebagai sebuah variabel tunggal). Semua poin di atas fungsi produksi yg tak dpt diperoleh dengan teknologi saat ini, semua poin di bawah ini secara teknis layak, dan semua titik pada fungsi menunjukkan jumlah maksimum output yang diperoleh di tingkat tertentu penggunaan input. Dari asal, melalui titik A, B, dan C, fungsi produksi meningkat, menunjukkan bahwa sebagai unit tambahan input yang digunakan, jumlah output juga meningkat. Di luar titik C, kerja dengan unit tambahan input tidak menghasilkan tambahan output (pada kenyataannya, total output mulai menurun); input variabel yang digunakan terlalu intensif. Dengan input terlalu banyak variabel gunakan relatif ke input tetap yang tersedia, perusahaan ini mengalami kembali marjinal negatif terhadap input variabel, dan semakin berkurang total. Dalam diagram ini digambarkan oleh kurva produk negatif marjinal fisik (MPP) melebihi titik Z, dan fungsi produksi menurun melampaui titik C.
Dari asal ke titik A, perusahaan mengalami hasil yang meningkat atas input variabel: Sebagai masukan tambahan yang digunakan, output meningkat pada tingkat yang meningkat. Kedua produk fisik marginal (MPP, turunan dari fungsi produksi) dan produk fisik rata-rata (APP, rasio output ke variabel input) meningkat. Titik infleksi A mendefinisikan titik di luar yang ada semakin berkurang marjinal, seperti dapat dilihat dari kurva MPP menurun melewati titik X. Dari titik A ke titik C, perusahaan mengalami positif tetapi menurun kembali marjinal untuk input variabel. Sebagai unit tambahan input yang digunakan, meningkatkan output namun pada tingkat yang menurun. Titik B adalah titik di luar yang ada semakin berkurang rata-rata, seperti yang ditunjukkan oleh kemiringan kurva menurunnya produk rata-rata fisik (APP) di luar titik Y. Point B hanya bersinggungan dengan sinar curam dari asal tersebut maka produk fisik rata-rata di maksimal. Di luar titik B, kebutuhan matematika mensyaratkan bahwa kurva marjinal harus berada di bawah kurva rata-rata (Lihat teori dasar produksi untuk penjelasan lebih lanjut.).

Tahapan produksi
Untuk mempermudah penafsiran fungsi produksi, biasanya untuk membagi jangkauan menjadi 3 tahap. Dalam Tahap 1 (dari asal ke titik B) variabel input yang digunakan dengan peningkatan output per unit, yang terakhir mencapai maksimum pada titik B (karena produk fisik rata-rata maksimum yang pada saat itu). Karena output per unit input variabel meningkatkan seluruh tahap 1, sebuah perusahaan harga-mengambil akan selalu beroperasi di luar tahap ini.
Dalam tahap 2, output meningkat pada tingkat yang menurun, dan produk fisik rata-rata dan marjinal yang menurun. Namun produk rata-rata input tetap (tidak ditampilkan) masih meningkat, karena output meningkat sedangkan penggunaan input tetap konstan. Pada tahap ini, kerja dengan input variabel tambahan yang meningkatkan output per unit input tetap tapi mengurangi output per unit input variabel. Masukan optimal / output kombinasi untuk perusahaan harga-mengambil akan berada di tahap 2, meskipun perusahaan menghadapi kurva permintaan mempunyai kemiringan ke bawah mungkin akan paling menguntungkan untuk beroperasi di Tahap 1. Dalam Tahap 3, terlalu banyak variabel input yang digunakan relatif terhadap input tetap yang tersedia: variabel input lebih dari-digunakan dalam arti bahwa kehadiran mereka di margin menghambat proses produksi daripada meningkatkan itu. Output per unit baik tetap dan variabel input menurun sepanjang tahap ini. Pada batas antara tahap 2 dan tahap 3, output tertinggi sedang diperoleh dari input tetap.
Pergeseran fungsi produksi
Menurut definisi, dalam jangka panjang perusahaan dapat mengubah skala usaha dengan menyesuaikan tingkat input yang tetap dalam jangka pendek, sehingga menggeser fungsi produksi ke atas sebagai diplot terhadap masukan variabel. Jika input tetap kental, penyesuaian dengan skala operasi mungkin lebih signifikan dari apa yang diperlukan untuk hanya menyeimbangkan kapasitas produksi dengan permintaan. Misalnya, Anda hanya mungkin perlu untuk meningkatkan produksi dengan satu juta unit per tahun untuk memenuhi permintaan, tapi upgrade alat-alat produksi yang tersedia mungkin melibatkan meningkatkan kapasitas produktif dengan 2 juta unit per tahun.
Pergeseran Fungsi Produksi
Jika suatu perusahaan yang beroperasi pada tingkat keuntungan yang memaksimalkan di tahap pertama, mungkin, dalam jangka panjang, memilih untuk mengurangi skala operasi (dengan menjual peralatan modal). Dengan mengurangi jumlah input modal tetap, fungsi produksi akan bergeser ke bawah. Awal tahap 2 bergeser dari B1 menjadi B2. Tingkat output (tidak berubah) memaksimalkan keuntungan sekarang akan berada di tahap 2.
Homogen dan fungsi produksi homothetic
Ada dua kelas khusus fungsi produksi yang sering dianalisis. Fungsi produksi Q = f (X1, X2) dikatakan homogen n derajat, jika diberi k konstanta positif, f (kX1, kX2) = knf (X1, X2). Jika n> 1, menunjukkan peningkatan fungsi kembali ke skala, dan pameran menurun kembali ke skala jika n <1. Jika homogen derajat 1, pameran skala hasil konstan. Adanya peningkatan hasil berarti bahwa satu persen peningkatan tingkat penggunaan semua input akan menghasilkan peningkatan persen lebih besar dari satu dalam output, kehadiran hasil yang menurun berarti bahwa itu akan mengakibatkan peningkatan persen kurang dari satu dalam output. kembali Konstan untuk skala di-antara kasus. Dalam fungsi produksi Cobb-Douglas sebut di atas, kembali ke skala yang meningkat jika b + c + ... > 1, berkurang b + c + ... <1, dan konstan jika b + c + ... = 1.
Jika fungsi produksi adalah homogen derajat satu, kadang-kadang disebut "linier homogen". Fungsi produksi linier homogen dengan modal masukan dan tenaga kerja memiliki sifat bahwa produk fisik marjinal dan rata-rata dari kedua modal dan tenaga kerja dapat dinyatakan sebagai fungsi dari rasio modal-tenaga kerja saja. Selain itu, dalam hal ini jika input masing-masing dibayar pada tingkat yang sama dengan produk marjinalnya, pendapatan perusahaan akan persis habis dan tidak akan ada keuntungan ekonomi kelebihan [4]:. Pp.412-414
Homothetic fungsi adalah fungsi yang marjinal teknis tingkat substitusi (kemiringan isokuan, kurva ditarik melalui set poin dalam mengatakan tenaga kerja-modal ruang di mana jumlah output yang sama yang diproduksi untuk berbagai kombinasi dari input) adalah homogen nol derajat. Karena ini, bersama sinar yang datang dari asal, lereng isokuan akan sama. Homothetic adalah fungsi dari bentuk F (h (X1, X2)) dimana F (y) adalah fungsi naik monoton (turunan dari F (y) adalah positif (dF / dy> 0)), dan fungsi h (X1 , X2) merupakan fungsi homogen derajat apapun.
Agregat fungsi produksi
Dalam makroekonomi, fungsi produksi agregat untuk seluruh bangsa kadang-kadang dibangun. Secara teori mereka adalah penjumlahan dari semua fungsi produksi produsen individu, namun ada masalah metodologis yang berhubungan dengan fungsi produksi agregat, dan ekonom memperdebatkan ekstensif apakah konsep tersebut valid.
Kritik fungsi produksi
Ada dua kritik utama dari bentuk standar fungsi produksi. Pada konsep modal selama tahun 1950-an, 60-an dan 70-an ada perdebatan yang hidup mengenai kesehatan teoritis fungsi produksi. (Lihat kontroversi Modal.) Meskipun kritik itu diarahkan terutama pada fungsi produksi agregat, fungsi produksi mikroekonomi juga diletakkan di bawah pengawasan. Perdebatan dimulai pada tahun 1953 ketika Joan Robinson mengkritik cara modal input faktor diukur dan bagaimana gagasan proporsi faktor telah terganggu ekonom.
Menurut argumen, adalah mustahil untuk membayangkan modal sedemikian rupa sehingga kuantitas independen dari tingkat bunga dan upah. Masalahnya adalah bahwa kemerdekaan ini merupakan prasyarat membangun suatu isokuan. Selanjutnya, kemiringan isokuan membantu menentukan harga-harga faktor relatif, tapi kurva tidak dapat dibangun (dan kemiringan diukur) kecuali jika harga diketahui terlebih dahulu.
 Sumber daya alam
Seringkali sumber daya alam dihilangkan dari fungsi produksi. Ketika Solow dan Stiglitz berusaha untuk membuat fungsi produksi yang lebih realistis dengan menambahkan sumber daya alam, mereka melakukannya dengan cara yang ekonom Georgescu-Roegen dikritik sebagai "trik sulap" yang gagal untuk mengatasi hukum termodinamika, karena varian mereka memungkinkan modal dan tenaga kerja akan jauh menggantikan sumber daya alam. Baik Stiglitz maupun Solow ditujukan kritiknya, meskipun undangan untuk melakukannya dalam edisi September 1997 jurnal Ekonomi Ekologi.
Garis besar organisasi industry (Dialihkan dari Produksi, biaya, dan harga)
Untuk konsep yang berkaitan dengan produksi dalam makroekonomi, melihat produk domestik bruto dan ukuran dari pendapatan nasional dan output.
Dalam ekonomi mikro, organisasi industri adalah field yang menggambarkan perilaku perusahaan di pasar berkaitan dengan produksi, harga, tenaga kerja dan keputusan lainnya. Topik dalam rentang lapangan dari masalah klasik seperti biaya kesempatan untuk konsep-konsep neoklasik seperti faktor-faktor produksi.
Kemungkinan pembatasan Produksi
Dalam ekonomi, sebuah batas kemungkinan produksi (PPF), kadang-kadang disebut kurva produksi-kemungkinan atau kurva transformasi produk, adalah grafik yang menunjukkan perbedaan angka produksi dua barang dan / atau jasa yang perekonomian dapat menghasilkan efisien saat tertentu periode waktu dengan kuantitas terbatas sumber daya produktif, atau faktor-faktor produksi. Para PPF menunjukkan jumlah maksimum salah satu komoditi yang dapat diperoleh untuk setiap tingkat produksi tertentu dari komoditas lainnya (atau gabungan dari semua komoditi lainnya), mengingat teknologi masyarakat dan jumlah faktor produksi yang tersedia.
Meskipun mereka biasanya digambarkan sebagai cekung (menonjol keluar) dari asal, PPFs juga dapat digambarkan sebagai linear (lurus) atau menonjol ke arah asal, tergantung pada sejumlah faktor. Sebuah PPF dapat digunakan untuk mewakili sejumlah konsep ekonomi, seperti kelangkaan sumber daya (yaitu, masalah fundamental ekonomi semua masyarakat muka), biaya kesempatan (atau tingkat marjinal transformasi), efisiensi produktif, efisiensi alokatif, dan skala ekonomi . Selain itu, pergeseran luar hasil PPF dari pertumbuhan ketersediaan input seperti modal fisik atau tenaga kerja, atau kemajuan teknologi di pengetahuan kita tentang bagaimana mengubah input menjadi output. Pergeseran itu memungkinkan pertumbuhan ekonomi ekonomi yang sudah beroperasi pada kapasitas penuh (di PPF), yang berarti bahwa lebih dari kedua keluaran dapat dihasilkan selama periode waktu tertentu tanpa mengurangi output baik baik. Sebaliknya, PPF akan bergeser ke arah dalam jika menyusut angkatan kerja tersebut, pasokan bahan baku habis, atau bencana alam mengurangi stok modal fisik. Namun, sebagian besar tidak mencerminkan kontraksi ekonomi yang kurang dapat diproduksi, tetapi bahwa perekonomian telah mulai beroperasi di bawah perbatasan-biasanya baik tenaga kerja dan modal fisik menganggur. Kombinasi diwakili oleh titik pada PPF mana ekonomi beroperasi menunjukkan prioritas atau pilihan ekonomi, seperti pilihan antara memproduksi barang lebih banyak modal dan barang konsumsi lebih sedikit, atau sebaliknya.
Indikator
Efisiensi
 Produktif efisiensi dan efisiensi Alokasi
Sebuah PPF menunjukkan semua kemungkinan kombinasi dari dua barang yang dapat diproduksi secara bersamaan selama jangka waktu tertentu, ceteris paribus. Umumnya, ia mengambil bentuk dari kurva di sebelah kanan. Untuk ekonomi untuk meningkatkan kuantitas yang baik dihasilkan, produksi barang lain harus dikorbankan. Di sini, produksi mentega harus dikorbankan untuk menghasilkan lebih banyak senjata. PPFs merupakan berapa banyak yang terakhir harus dikorbankan untuk peningkatan diberikan dalam produksi bekas
Penyederhanaan teoritis, diperlukan untuk analisis grafis. Jika salah satu baik adalah kepentingan primer, semua yang lain dapat direpresentasikan sebagai baik komposit. Di samping itu, model dapat digeneralisasi untuk kasus n-baik menggunakan matematika.
Biaya kesempatan
Contoh: Meningkatkan mentega dari A ke B membawa biaya kesempatan sedikit, tapi untuk C ke D biaya yang besar.
Biaya kesempatan
Jika tidak ada peningkatan sumber daya produktif, meningkatkan produksi yang baik pertama memerlukan penurunan produksi per detik, karena sumber daya harus dialihkan kepada yang pertama dan jauh dari yang kedua. Poin sepanjang kurva menggambarkan trade-off antara barang. Pengorbanan dalam produksi yang baik kedua disebut biaya kesempatan (karena peningkatan produksi yang baik pertama memerlukan kehilangan kesempatan untuk menghasilkan beberapa jumlah kedua). Peluang biaya diukur dalam jumlah unit yang hilang baik kedua untuk satu atau lebih unit dari yang baik pertama.
Dalam konteks PPF, biaya kesempatan berhubungan langsung dengan bentuk kurva (lihat di bawah). Kecuali garis-lurus PPF digunakan, biaya peluang akan bervariasi tergantung pada awal dan titik akhir. Dalam diagram di sebelah kanan, menghasilkan 10 paket lebih dari mentega, pada tingkat rendah produksi mentega, biaya kesempatan dari 5 senjata (seperti dengan gerakan dari A ke B). Pada titik C, perekonomian sudah dekat dengan output maksimum potiential mentega nya. Untuk menghasilkan 10 lebih banyak paket mentega, 50 senjata harus dikorbankan (seperti dengan gerakan dari C ke D). Rasio biaya kesempatan ditentukan oleh tingkat marjinal transformasi.
Marjinal laju transformasi
Tingkat marjinal meningkat transformasi saat transisi dibuat dari AA ke BB.
Kemiringan batas batas kemungkinan produksi (PPF) pada suatu titik tertentu disebut tingkat marjinal transformasi (MRT). Ini menggambarkan secara numerik tingkat di mana output dari satu yang baik bisa diubah (oleh re-alokasi sumber daya produksi) menjadi output yang lain. Hal ini juga disebut (marjinal) "biaya kesempatan" suatu komoditi, yang, itu adalah biaya peluang X dalam hal Y pada marjin. Mengukur berapa banyak Y baik diberikan untuk satu unit lebih dari X baik atau sebaliknya. Karena berbentuk PPF umumnya digambarkan sebagai cekung dari asal untuk mewakili biaya kesempatan semakin meningkat dengan peningkatan output yang baik. Jadi, kenaikan MRT dalam ukuran absolut sebagai salah satu bergerak dari atas kiri PPF ke kanan bawah PPF. [7]
Tingkat marjinal transformasi dapat dinyatakan dalam bentuk komoditas baik. Biaya peluang marjinal senjata dalam hal mentega hanyalah kebalikan dari biaya peluang marjinal mentega dalam hal senjata. Jika, misalnya, kemiringan (absolut) pada titik BB dalam diagram tersebut sama dengan 2, maka, untuk memproduksi satu paket lebih dari mentega, produksi 2 senjata harus dikorbankan. Jika pada AA, biaya kesempatan marjinal mentega dalam hal senjata sama dengan 0,25, maka, pengorbanan satu senjata bisa menghasilkan empat bungkus mentega, dan biaya kesempatan dari senjata dalam hal mentega adalah 4.



Anggota Kelompok Ekonomi :
1.       Handra Kusuma Wardhani 10522
2.       Jati Trisna Novanda
3.       ,,
4.       ,,
5.       ,,
6.       ,,